fbpx

Waspada! 4 bahan berbahaya ini ada di pasta gigi

Siapa yang tidak mau mempunyai gigi yang kuat, putih, dan sehat? Maka dari itu, banyak orang membeli pasta gigi terbaik dengan kandungan bahan aktif yang membantu menyehatkan gigi. Tapi ternyata, juga ada efek kurang baikdari bahan yang membentuk pasta gigi/odol. Bukan bertujuan untuk menakut-nakuti maupun membuat kamu berhenti menyikat gigi, tapi untuk pengetahuan kamu dalam cermat membaca komposisi sebuah produk supaya kamu memanfaatkannya secara maksimal tanpa efek samping.

Sebagaimana dilansir dari laman RODALE’S OrganicLife, berikut 4 bahan yang biasa dicampurkan dalam komposisi pasta gigi. 4 bahan ini tidak melulu ada di pasta gigi, bisa salah satunya, tapi tetap harus kamu waspadai.

1. Triclosan.

Triclosan adalah antiseptik adiktif yang dicampurkan pada pasta gigi untuk mencegah radang gusi. Tapi, triclosan ini juga sering dicampurkan pada sebagian besar di sabun anti bakteri juga. Kalau di Amerika, Food and Drug Administration (FDA), yakni badan federal bagian kesehatan dan pelayanan masyarakat membolehkan penggunaan triclosan dengan alasan bahwa belumĀ  ada bukti yang cukup kuat untuk melarang pemcampuran triclosan pasta gigi.

Namun yang pasti, berpotensi mengganggu fungsi endokrin, bahannya mirip BPA atau bisphenol-A (sejenis zat kimia sintetis). Lagi pula, terlalu berlebihan terpapar triclosan bisa meningkatkan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Di sisi lain, sebuah penelitian di tahun 2014 oleh University of California, San Diego School of Medicine, membuktikan hubungan antara triclosan dan fibrosis hati dan kanker pada mencit. Studi teranyar menambah bukti bahwa kecanduan bahan tersenut bisa menyebabkan seseorang menderita alergi terhadap makan tertentu, misalnya kacang. Maka dari itu, kamu perlu berpikir ulang kalau mau membeli pasta gigi dengan kandungan komposisi triclosan. Lebih baik beli yang triclosan-free dan mencoba model baru seperti yang mengandung mint dan herbal.

2. Microbeads

Microbeads adalah butiran mikroskopis yang biasanya kamu temui pada detergen. Nah, kamu pasti pernah pula menjumpainya di pasta gigi. fungsinya dikatakan untuk scrubbing gigi. Walaupun digadang microbeads bukan racun, tapi masalah yang timbul ketika microbeads justru masuk ke dalam sistem air. Mereka terlalu kecil untuk disaring instalasi sistem pengolahan air limbah. maka microbeads ini akan berikatan dengan racun seperti bahan pestisida dan meracuni ikan dan binatang laut lainnya, yang pada gilirannya dimakan oleh predator yang lebih tinggi dalam food-chain, termasuk manusia.

3. FD&C Blue 1

Environmental Working Group, organisasi lingkungan Amerika yang menggeluti penelitian dan advokasi di bidang bahan kimia beracun, subsidi pertanian, tanah publik, dan akuntabilitas perusahaan memaparkan bahwa FD&C Blue 1 adalah zat pewarna sintetis yang diturunkan dari minyak bumi, yang dapat tertimbun dalam tubuh dari waktu ke waktu. Para ilmuwan kurang yakin akan risiko dari zat ini, namun menurut Center for Science in the Public Interest, yaitu kelompok non profit pengawas dan advokasi konsumen yang melakukan advokasi untuk makanan aman dan sehat, di Washington D.C, Amerika Serikat, menjelaskan umumnya pewarna makanan berpotensi menimbulkan alergi, ADHD, dan kanker.

4. Sodium Lauryl Sulfate (SLS).

SLS adalah kimia paling terkenal sebagai bahan campuran pasta gigi. SLS juga terdapat dalam bahan komposisi sampo. Zat ini yang membuat sampo dan pasta gigi berbuih. Tidak begitu banyak manfaat dari SLS, konon justru isu kanker yang disebabkan SLS. namun ternyata ini kurangbenar, bahkan untuk pemakaian jangka panjang. Hanya saja SLS dapat memicu kamu menderita sariawan. penelitian telah menemukan SLS bisa mengiritasi mukosa di mulut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *