fbpx

Veneer gigi: Keuntungan, indikasi, klasifikasi, tahapan

Veneer gigi adalah kemajuan yang relatif baru dalam kedokteran gigi kosmetik modern. Sebelum ada veneer, kedokteran gigi kosmetik menggunakan crown untuk mengubah bentuk dan warna gigi.

Crown dapat digunakan untuk membentuk kembali gigi dan memperbaiki masalah ortodontik minor. Kerugian dari crown adalah banyak struktur alami gigi hilang.

Munculnya vinir membawa beberapa keuntungan bagi pasien gigi kosmetik. Mereka  dapat digunakan secara kosmetik dengan cara yang sama seperti crown, tetapi tanpa kehilangan struktur alami gigi.

Apa itu veneer?

Veneer adalah sebuah bahan pelapis yang sewarna dengan gigi, diaplikasikan pada sebagian atau seluruh permukaan gigi yang mengalami cacat pada email, diskolorisasi maupun kelainan bentuk (Heymann, 2011).

Dalam kata lain, vinir adalah Lapisan gigi sangat tipis, sebuah cangkang khusus yang dibuat dari bahan-bahan berwarna serupa gigi yang menutupi permukaan depan gigi.

Keuntungan Menggunakannya

Veneer Gigi yang terbuat dari porselen menawarkan sejumlah keunggulan jika dibandingkan dengan composite bonding atau crown. Vinir menawarkan kemampuan yang sama untuk mengubah warna dan bentuk gigi seperti crown. Karenanya ia dianggap sebagai perawatan yang lebih konservatif.

Seperti halnya porselain crown, penggunaan porselen dalam pembuatan veneer membuatnya tahan noda. Porselain veneer terlihat sangat alami. ketika digunakan pada gigi individu, ia akan dicocokkan dengan warna gigi tetangganya untuk memberikan tampilan yang alami. Sedangkan resin veneer memiliki keuntungan karena lebih tipis dan membutuhkan lebih sedikit penipisan permukaan gigi.

Masalah gigi apa yang bisa diatasi oleh veneer?

digunakan oleh dokter gigi untuk menyelesaikan berbagai masalah kosmetik. Ini termasuk:

  • Bentuk gigi: gigi dapat diperpanjang atau diperpendek untuk membuat senyum serasi dengan fitur wajah Anda
  • Spacing antar gigi: gigi dapat diperlebar untuk mengisi ruang antar gigi
  • Pewarnaan gigi: pewarnaan gigi jenis tertentu, seperti pewarnaan yang disebabkan oleh tetrasiklin atau obat lain tidak dapat diperbaiki melalui prosedur pemutihan gigi.
  • Gigi yang rusak: kategori ini termasuk gigi yang cuil atau patah

Indikasi Penggunaan

  • malformasi permukaan gigi
  • perubahan warna gigi
  • abrasi gigi
  • erosi gigi
  • kesalahan dalam restorasi

Kontraindikasi Penggunaan

  • pembentukan email tidak sempurna
  • bernafas melalui mulut
  • memiliki kebiasaan buruk seperti penggunaan rutin¬†alat musik tiup
  • Crowding parah
  • labio versi

Jenis-jenis veneer

Ada dua jenis veneer gigi. Yang pertama adalah jenis yang lebih umum yaitu veneer porselen. Datang dari nama itu sendiri, veneer porselen terbuat dari porselen murni dan cenderung bertahan selama sekitar 10 hingga 15 tahun.

Ia juga dikenal sebagai laminasi porselen gigi. Jenis veneer ini tahan noda dan memiliki sifat pemantulan cahaya yang lebih baik dibandingkan dengan jenis veneer lainnya.

Tipe kedua adalah veneer komposit resin. terdiri dari dua jenis bahan dan umumnya, biaya untuk mendapatkan veneer komposit lebih murah karena dapat dibuat di dalam mulut pasien dan tidak memerlukan proses pembuatan yang rumit.

Keduanya mengharuskan gigi pasien dipreparasi sebelum melakukan prosedur. Preparasi adalah pembentukan gigi dengan menghilangkan beberapa bagian alami untuk menciptakan ruang sebelum mengikat bahan. Ini akan menyebabkan Anda kehilangan enamel alami atau lapisan pelindung gigi. Jika harus membongkar veneer, gigi akan menjadi lemah dan lebih rentan mengalami pembusukan dan gigi pasien tidak akan pernah terlihat seperti semula.

Seperti yang disebutkan, veneer gigi termasuk dalam kategori kedokteran gigi kosmetik karena menawarkan senyum “Hollywood” yang cerah dengan gigi putih dan indah. Terlebih lagi, teknologi terbaru dalam pembuatan veneer menjanjikan kualitas keramik yang tembus pandang yang memberikan tampilan yang lebih alami.

Selain itu, alternatif baru untuk veneer gigi tradisional ini jauh lebih tipis (setipis lensa kontak) dan tidak perlu membentuk kembali gigi. Veneer jenis ini dikenal sebagai lumineer. Dengan lumineer, enamel alami gigi tidak hilang karena menutupi struktur asli gigi meskipun mungkin terasa lebih besar dibandingkan dengan porselen atau komposit.

Tidak seperti veneer tradisional, veneer ini dapat dihilangkan jika diinginkan. Namun, lumineer idealnya hanya untuk penyesuaian kosmetik kecil seperti mengganti warna gigi, memperbaiki gigi yang tercuil atau rusak, atau memperluas gigi yang kecil.

Klasifikasi

oleh Nankali 2012:

a) Berdasarkan permukaan labial yang terlibat: Veneer yang menutupi permukaan labial tanpa keterlibatan insisal, veneer dengan bagian insisal yang dikasarkan, dan pada veneer dengan overlap insisial

b) Veneer dengan preparasi yang meliputi interproksimal: Tidak melibatkan titik kontak, pada titik kontak atau melewati titik kontak

c) Berdasarkan metode pembuatan: direct veneer dan indirect veneer

d) Berdasarkan bahan yang digunakan: porselen, lumineers (sangat tipis dan relatif lebih kuat), DaVinic (porselen yang sangat tipis), Mac (resistensi yang tinggi terhadap pewarnaan dan kuat), akrilik (tidak lagi digunakan), dan komposit.

Direct veneer

Suatu cara memperbaiki lapisan gigi yang dilakukan secara langsung pada gigi pasien (Welbury dkk, 2005), biasanya dengan menggunakan bahan resin komposit aktivasi sinar (Heymann, 2002).

Terbagi atas:

a) Partial Veneer: diindikasikan untuk restorasi sebagian permukaan gigi atau area yang mengalami perubahan warna karena faktor intrinsik (Heymann dkk, 2011).

b) Full Veneer: diindikasikan untuk restorasi seluruh permukaan gigi atau area yang mengalami perubahan warna karena faktor intrinsik yang melibatkan sebagian besar permukaan fasial gigi dengan mempertimbangkan umur pasien, oklusi dan kebersihan
mulut (Heymann dkk, 2011).

Indirect veneer

Suatu cara memperbaiki lapisan gigi yang memerlukan kerjasama dengan tekniker lab kedokteran gigi sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk proses pembuatannya. Biasanya teknik ini terbuat dari bahan resin komposit, porselen dan keramik. Teknik ini membutuhkan perlekatan pada enamel dengan bantuan bahan adhesif dan lightcureself adhesif semen (Heymann dkk, 2011).

Proses pemasangan & Tahapan Pengerjaan

Memiliki veneer porselen biasanya memerlukan tiga kali pertemuan di klinik gigi. Pertemuan pertama adalah konsultasi untuk menjawab pertanyaan Pasien dan merancang rencana perawatan berdasarkan kebutuhan Pasien. Dua pertemuan tambahan akan dibutuhkan: satu untuk preparasi gigi dan yang lainnya untuk penerapan di rongga mulut.

Tahapan pengerjaan veneer adalah:
(1) menggunakan second opinion dalam penentuan warna gigi
(2) lakukan persetujuan tindakan dengan pasien
(3) prosedur pemilihan warna dilakukan dalam 5 detik per warna
(4) letakkan sedikit komposit pada gigi tanpa dipolimerisasi untuk melihat kecocokan warna
(5) lakukan penentuan warna sebelum preparasi gigi
(6) bentuk anatomi gigi dengan memperhatikan jenis kelamin dan usia
(7) gunakan beberapa warna untuk restorasi seperti warna dentin, email dan transparan agar diperoleh warna yang alami
(8) pemolesan harus optimal

Apa yang harus dihindari setelah pemasangan veneer

Untuk menjaga estetik dan keawetan, ada beberapa hal yang perlu dihindari pasien pasca pemasangan. Di bawah ini adalah beberapa hal berikut.

Makanan keras dan lengket

Setelah pemasangan vinir gigi, dokter gigi akan merekomendasikan untuk menghindari makanan keras seperti permen, apel dan popcorn. Ini penting karena makanan keras dapat dengan mudah merusak lapisan yang baru dipasang. Makanan keras juga bisa menyebabkan retak dan bisa menjadikan perbaikan yang mahal.

Jika Anda ingin makan makanan keras, dokter gigi menyarankan untuk mengunyahnya dengan gigi belakang untuk menghindari kerusakan. Makanan lengket juga harus dihindari setelah perawatan awal karena vinirnya mungkin rusak atau terangkat.

Merokok

Dokter gigi juga merekomendasikan individu untuk menghindari merokok setelah menjalani perawatan vinir. Lapisan gigi jarang ternoda, tetapi kebersihan mulut yang buruk dapat menyebabkan pewarnaan dalam jangka panjang.

Minuman yang bisa menodai

Selain merokok, ada juga minuman tertentu yang bisa menodai vinir seperti teh dan kopi. Ahli gigi menyarankan untuk menghindari minuman ini. Jika Anda tidak bisa berhenti minum teh dan kopi, penting untuk mengurangi asupannya dan pastikan Anda menyikat gigi secara teratur. Memanfaatkan pasta gigi pemutih juga dapat membantu menghilangkan noda dengan mudah.

Makanan yang terlalu panas atau terlalu dingin

Anda juga harus menghindari makan makanan yang terlalu panas atau terlalu dingin. Makanan panas dan dingin menyebabkan gigi mengembang dan sedikit berkontraksi. Karena perubahan ini, ada kemungkinan veneer dapat retak atau lepas.

Apakah Anda cocok menggunakan veneer?

Penting untuk mempertimbangkan efek jangka panjang dari setiap prosedur perawatan gigi kosmetik. Sebagai contoh, penggunaan vinir tidak dapat dibalikkan dan meskipun mereka dapat bertahan lama, seperti halnya restorasi gigi, mereka pada akhirnya perlu diganti.

Pastikan untuk menanyakan kepada dokter gigi Anda semua pertanyaan Anda tentang vinir dan menentukan apakah Anda cocok menggunakannya.

Berikut ini adalah beberapa fakta tambahan tentang vinir porselen yang dapat membantu memandu diskusi yang lebih rinci dengan dokter gigi Anda.

  • Warna: Jika Anda berencana untuk memutihkan gigi, lakukan ini sebelum mendapatkan vinir, lalu sesuaikan dengan warna putih gigi alami Anda dengan vinir. Mereka tidak bisa diputihkan.
  • Kesesuaian: Dokter gigi Anda akan memberi tahu Anda jika Anda bukan kandidat vinir yang baik. Beberapa alasan umum untuk hal ini dapat meliputi: gigi yang tidak sehat dengan jumlah enamel yang ada di permukaan gigi yang tidak memadai atau untuk orang yang berkebiasaan clenching atau grinding gigi mereka.
  • Daya tahan: Vinir sangat tahan lama, tetapi jika mereka cuil atau retak, mereka tidak dapat diperbaiki.

Baca Juga: Bleaching: Definisi, Indikasi, Efek Samping, Macam-macam

[video source]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *