fbpx

Semua yang perlu anda ketahui tentang sakit gigi

Jika Anda belum pernah sakit gigi, maka Anda sangat beruntung. Mungkin Anda pernah mendengar teman atau anggota keluarga menjelaskan betapa sakitnya gigi mereka dan Anda hanya bertanya-tanya, apa yang menyebabkan sakit gigi dan bagaimana sakit gigi bisa sangat menyakitkan? Jenis rasa nyeri dan ketidaknyamanan pada gigi ini memiliki banyak penyebab, meskipun sebagian besar berasal dari penyebab umum.

Apa dan dari manakah Penyebabnya ?

Penyebab sakit gigi termasuk kebersihan mulut yang buruk, Diet yang buruk, stres dan Masalah kesehatan mulut lainnya.

a) Kebersihan Mulut yang Buruk

rongga mulut yang tidak dirawat secara baik dalam artian cara pembersihan yang tidak memadai, tidak tepat atau tidak konsisten akan membuat gigi menjadi sakit dan lebih rentan terhadap cedera dan rasa sakit. Dengan tidak secara teratur menggosok dan menyikat gigi, anda cenderung merusak kesehatan gigi anda sendiri.

b) Gigi berlubang

Juga disebut dengan pembusukan/karies gigi dapat menyebabkan sakit gigi. Ketika gigi tidak disikat setidaknya dua kali sehari dan flossing harian tidak dilakukan, partikel makanan dapat terjebak di sela-sela gigi atau pada permukaan gigi yang mengunyah.

Semakin lama partikel makanan ini menumpuk dan kemudian terurai oleh mikroorganisme, menghasilkan sejenis asam yang mengerosi dan melemahkan enamel gigi. Akibatnya, lapisan gigi yang keras akan terganggu, memungkinkan kuman dan bakteri masuk ke dalam gigi di mana akar, saraf, dan pembuluh darah berada.

c) Syaraf gigi yang terpapar

Paparan saraf yang tiba-tiba dan tidak alami di dalam gigi dapat menyebabkan gigi terasa sakit. Di sisi lain, jika seseorang terlalu keras menyikat giginya, enamel dapat secara tidak sengaja tergerus akibat menyikat terlalu cepat atau dengan memberikan tekanan berlebih pada gigi. Dengan cara yang sama penyakit dapat melemahkan enamel gigi dan mengekspos saraf gigi.

d) Diet yang Buruk

Diet bergizi dan seimbang tidak hanya penting untuk kesehatan fisik dan mental seseorang secara keseluruhan, tetapi juga penting untuk kesehatan mulut seseorang. Makanan dan minuman tertentu mengandung kadar gula, asam, dan karbohidrat buruk yang tinggi yang dapat menggerogoti enamel, membuat saraf terganggu dan menyebabkan rasa sakit yang parah.

e) Stres dan Kecemasan

Ketika seseorang berada di bawah tekanan atau kecemasan, atau jika seseorang frustrasi atau marah, melakukan clenching dan grinding pada gigi adalah reaksi alami. Namun, dorongan yang tidak terlalu mencolok ini dapat berpotensi menyebabkan banyak kerusakan pada gigi Anda.

Clenching dapat menyebabkan enamel gigi retak atau pecah, menyebabkannya menjadi lemah dan gampang terganggu. Dengan enamel gigi yang melemah, gigi menjadi kurang mampu menjaga diri dari penyakit, kuman, bakteri dan zat luar lainnya masuk ke bagian dalam gigi, memperlihatkan komponen gigi yang paling sensitif dan vital, sehingga menyebabkan sakit gigi.

Dengan cara yang sama, grinding pada gigi yang konstan dapat mengikis enamel gigi, menyebabkan kerusakan serupa pada enamel. Gigi dapat mengalami banyak tekanan, dan kebiasaan clenching/grinding yang konsisten dan konstan dapat menyebabkan masalah kesehatan mulut yang serius, termasuk sakit gigi.

f) Masalah Kesehatan Mulut

Ada kemungkinan bahwa seseorang dapat memiliki sakit gigi karena faktor keturunan, seperti gigi sensitif. Dalam kebanyakan kasus, masalah kesehatan mulut yang mendasarinya seperti Bruxism atau penyakit gusi adalah penyebab utama. Bruxisme adalah suatu kondisi di mana seseorang secara tidak sadar melakukan clenching / grinding. Ini sering terjadi pada malam hari ketika seseorang sedang tidur. Nyeri rahang dan gigi yang menetap, seringnya di pagi hari, bisa menjadi tanda Bruxism.

Dalam kasus penyakit gusi sedang hingga parah, gusi dapat menarik diri dari gigi, meninggalkan lebih banyak gigi yang terekspos daripada normalnya. Permukaan gigi tambahan yang terpapar menjadi ruang ekstra bagi sisa-sisa makanan untuk terjebak, yang mengarah ke potensi gigi berlubang di pulpa dan akar gigi yang dapat menyebabkan sakit gigi.

Penyebab utama sakit gigi adalah saraf gigi yang terpapar. Sakit gigi cukup umum dan dalam kebanyakan kasus, dokter gigi akan merekomendasikan prosedur pembersihan gigi yang lebih baik.

Ada beberapa hal yang bisa memicu sakit gigi. Jika Anda lelah dengan sakit gigi yang kronis, berkonsultasilah dengan dokter gigi. Jika ada pembengkakan atau rasa sakit yang parah dan tak tertahankan yang terkait dengan sakit gigi Anda, Anda mungkin dalam keadaan dental emergency dan harus menghubungi dokter gigi sesegera mungkin.

Mengapa Sakit Gigi Harus Disikapi Dengan Serius?

Jika Anda memiliki gigi yang sakit, Anda dapat menganggapnya sebagai gigi sensitif biasa andai tidak terlalu parah. Kadang-kadang Anda mungkin berfikir untuk bertahan selama mungkin, menanggung rasa sakit dan berharap hal itu akan hilang dengan sendirinya. Namun, ini tidak selalu terjadi.

Kadang-kadang sakit gigi mungkin merupakan akibat dari kondisi kronis yang belum ditangani dengan baik. Alih-alih sembuh sendiri, malahan menjadi menyebar, menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada gigi dan gusi Anda.

Anda mungkin menghindari dokter gigi, namun ada beberapa keadaan di mana perhatian langsung oleh seorang profesional gigi itu penting. Jika gigi Anda mengalami rasa sakit yang konstan dan tak tertahankan, barulah keadaan itu akan memaksa anda mencari perawatan gigi profesional dengan segera.

Gigi yang patah, retak atau cuil dapat menyebabkan sakit gigi yang tiba-tiba. Ketika gigi mengalami trauma, seperti patah atau cuil, enamel gigi menjadi melemah dan terganggu.

Enamel gigi adalah lapisan luar yang keras dan tembus cahaya. Mereka melindungi bagian dalam gigi dari infeksi dan pembusukan serta memberikan stabilitas dan kekerasan pada gigi untuk berfungsi dengan baik. Ketika email gigi menjadi terganggu, saraf di dalam gigi dan akar gigi menjadi terbuka, menyebabkan rasa sakit dan sensitivitas. Dalam banyak kasus, gigi yang patah, retak atau cuil masih dapat diperbaiki.

Sumber lain sakit gigi bisa berasal dari gigi yang mengalami abses. Abses gigi adalah akibat dari kondisi kesehatan mulut yang tidak diobati sehingga menyebabkan infeksi. Abses gigi biasanya merupakan hasil dari karies yang tidak diobati di mana kuman dan bakteri dari lokasi tersebut menyebar ke ke dalam akar gigi.

Dalam kasus di mana abses gigi terlalu besar, maka gigi perlu diekstraksi. Anda akan tahu apakah Anda memiliki gigi yang abses atau tidak. Kondisi Ini sering menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan dapat disertai dengan sejumlah gejala yang tidak menyenangkan lainnya termasuk: demam, bengkak, gusi merah, sakit, kelenjar bengkak di leher, sensasi yang tidak biasa di mulut, bau mulut, rahang yang kaku dan bengkak serta luka terbuka pada gusi yang mengeluarkan nanah.

Gigi berlubang dapat menyebabkan kehilangan gigi dan kerusakan jaringan gusi serta tulang rahang. Kuman dan bakteri yang ada di dalam nanah yang dikeluarkan dari abses gusi dapat masuk ke aliran darah yang menyebabkan kondisi kesehatan yang mengancam jiwa seperti infeksi darah.

Sensitivitas gigi seseorang seringkali merupakan akibat dari masalah kesehatan mulut yang mendasarinya. Ini mungkin bersifat sementara seperti ketika gigi patah atau cuil. Dalam kasus lain, rasa sakit bisa menjadi lebih buruk ke titik di mana rasa sakit hampir tak tertahankan lagi.

Terlepas dari seberapa parah atau tidaknya sensitivitas gigi Anda, ada baiknya untuk memeriksakannya ke dokter gigi profesional. Dokter gigi Anda akan dapat mendiagnosis penyebab sensitivitas gigi Anda dan menerapkan perawatan yang sesuai.

Baca Juga: Implan Gigi

[videosource]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *