fbpx

Praktek Dokter Gigi Ternyata Masih Belum Merata

Kesehatan gigi dan mulut (kesgimul) masih menjadi persoalan yang besar dalam masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, merujuk pada Riset Kesehatan Dasar 2018 dinyatakan 56,7% penduduk Indonesia mengalami gangguan kesgimul dan hanya 10,2% saja di antaranya yang mendapat pelayanan dari tenaga medis berkompeten.

dilansir dari detikcom, Bukannya tidak mungkin bahwa kurangnya kunjungan masyarakat Indonesia ke dokter gigi karena memang mereka tidak memiliki dokter spesialis di daerahnya. Sekjen Kementerian Kesehatan RI, Oscar Primadi, menyatakan bahwa distribusi tenaga kesehatan khususnya dokter gigi, belum seratus persen merata di berbagai daerah. Bahkan di beberapa puskesmas saja masih ada yang tidak memiliki praktek dokter gigi.

“Ya kita ini memang dari sisi distribusinya berharap akan adanya pemerataan walaupun memang belum bisa maksimal. Ada beberapa puskesmas yang masih belum dilengkapi tenaga dokter gigi,” kata Oscar saat ditemui detikcom pada agenda Indonesia Dental Exhibition and Conference pada hari jumat (13/9/2019).

Sedangkan, data dari Konsil Kedokteran Gigi Indonesia tahun 2005 – 2011 mencatat ada 33, 532 jumlah dokter gigi yang terdiri dari 29, 939 dokter gigi umum dan 3584 dokter gigi spesialis. “Tapi persoalan tersebut bisa kita hadapi dengan tentunya melakukan usaha-usaha kerjasama dari pemerintah daerah untuk dapat memeratakan ini,” tutur Oscar.

Kementerian Kesehatan telah mendorong upaya pemerataan dokter gigi di daerah Indonesia Timur, mengatur penyebaran praktek dokter gigi di wilayah pelosok, hingga pemberian beasiswa dokter gigi. Namun, Oscar mengakui ada juga keterbatasan pada peralatan dokter gigi yang berpotensi membuat pelayanan tidak maksimal.

“Tentunya upaya yang bukan sekedar kuratif tapi bagaimana preventif seperti UKDS-nya, promotifnya, bisa dilakukan oleh teman-teman dokter gigi,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *