fbpx

Gigi berlubang, penyakit mulut yang paling umum terjadi

gigi berlubang adalah kerusakan yang terjadi pada enamel gigi. Gigi berlubang juga dikenal sebagai karies gigi. Pembusukan ini disebabkan oleh bakteri yang terkumpul pada email gigi. Bakteri hidup dalam bubur putih lengket yang disebut dengan plak.

Bakteri mendapatkan makanan mereka dari gula dan pati dalam diet seseorang. Ketika mereka memakan makanan itu, bakteri menciptakan asam yang akan menyerang email gigi dan menyebabkan pembusukan. Asam yang menyebabkan demineralisasi gigi diproduksi oleh bakteri jenis tertentu ( misal streptococci mutans dan lactobacilli) yang hidup di dalam plak gigi.

Bakteri ini adalah organisme hidup sama seperti kita. Ketika kita mengkonsumsi makanan dan minuman, kita menghasilkan produk limbah. Bakteri melakukan hal yang sama. Bakteri yang menyebabkan kerusakan gigi menggunakan gula (glukosa, sukrosa, fruktosa, laktosa, atau pati) sebagai sumber makanan mereka. Produk limbah yang dihasilkan dari pencernaan gula ini adalah asam (terutama asam laktat) yang menyebabkan demineralisasi pada enamel gigi dan dentin.

bakteri yang hidup di mulut kita juga makan ketika kita makan. Dan dalam beberapa menit kemudian mereka mulai memproduksi asam yang menyebabkan kerusakan gigi. Bakteri yang terpapar gula atau karbohidrat dapat menghasilkan asam, yang menyerang zat kristal di permukaan luar gigi. Proses ini dikenal sebagai demineralisasi.

Tanda pertama dari gigi berlubang adalah bintik putih. Pembentukan asam dimulai dalam beberapa menit setelah bakteri menerima makanan bergula. Dibutuhkan waktu hingga beberapa jam bagi air ludah untuk menembus lapisan plak gigi dan menetralkan asam-asam ini. Pada tahap ini, proses pembusukan dapat dihentikan.

penggunaan fluoride di rumah dan di klinik gigi dapat membantu memperbaiki gigi. Jika tidak ditangani dengan tepat maka demineralisasi akan berlanjut dan Enamel mulai rusak. Setelah permukaan enamel rusak, gigi tidak bisa lagi memperbaiki dirinya sendiri. Rongga harus dibersihkan dan direstorasi oleh dokter gigi. Jika pembusukan dibiarkan dan tidak diobati, maka akan mencapai pulpa gigi, bagian yang berisi syaraf dan pembuluh darah.

Pulpa menjadi terinfeksi. Abses atau fistula dapat terbentuk di jaringan lunak. Saran pencegahan rongga: Sikat dan flossing setelah setiap makan. Luangkan waktu untuk melakukan penyikatan dan flossing secara menyeluruh. Tempat-tempat yang tidak Anda bersihkan secara efektif adalah lokasi yang kemungkinan besar akan terbentuk lubang.

Kerusakan gigi adalah sebuah masalah umum dan menyikat gigi dengan benar serta membersihkan gigi secara teratur adalah cara terbaik untuk mencegah hal ini terjadi sejak awal.

Sederhananya, kerusakan gigi dan penyakit gusi adalah hasil dari infeksi, sebuah invasi oleh mikroorganisme patogen di bagian tubuh yang kondisinya menguntungkan untuk pertumbuhan serta produksi racun mereka sehingga mengakibatkan cedera pada jaringan.

Apa yang menyebabkan gigi berlubang?

Patogen seperti bakteri, protozoa, virus atau jamur bertanggung jawab sebagai faktor penyebab penyakit periodontal. khususnya Streptococcus mutans. S. mutans dan S. Sobrinus adalah bakteri yang menyebabkan sebagian besar kerusakan gigi serta penyakit gusi. S. mutans adalah organisme heterotrof, yang berarti harus hidup dari organisme lain dengan memakan organisme lain atau menggunakannya sebagai inang/tuan rumah.

Rongga mulut manusia adalah inang yang sempurna bagi S. mutans. Bakteri makan dengan cara memetabolisme sukrosa menjadi asam laktat, yang mana menyebabkan perubahan pH pada rongga mulut menjadi lebih asam, dan menempel pada gigi dalam bentuk plak. Kombinasi plak dalam lingkungan asam yang menempel pada gigi menyebabkan enamel terurai sehingga menciptakan luang-lubang kecil.

S. Mutans bekerja setelah dinding enamel dapat ditembus. mereka hidup dari beragam karbohidrat dan mulai menyebabkan pembusukan. Apabila plak menumpuk di bawah gusi, maka akan menyebabkan penyakit gusi yang dapat membuat gusi kehilangan rona merah mudanya yang kemudian menyebabkan pocket atau gap di antara gusi dan gigi.

Setelah enamel ditembus, maka gigi terbuka lebar untuk infeksi. Bakteri dapat berkembang biak, menyebar ke sekitar mulut, dan terus-menerus menyerang daerah baru yang lemah.

Bakteri S. mutans berukuran sangat kecil, hanya berukuran 1 mikron (1/1000 milimeter). Dalam perspektif, rambut manusia selebar 200 mikron. Bakteri dapat dengan mudah menyelinap ke dalam pocket gusi.

Cara mencegah gigi berlubang

a) Menyikat gigi secara teratur
kegiatan Ini akan membantu mengurangi plak. Semakin rajin, semakin banyak plak terhapus. Kita berharap mudah-mudahan hal itu akan menghilangkan semua sisa makanan yang tersangkut di antara gigi dan gusi. Akan tetapi menyikat gigi tidak akan membunuh semua bakteri.

Namun jika Anda menyikat terlalu banyak dalam sehari justru akan menyebabkan masalah gusi melalui gesekan sikat gigi dan tidak akan memusnahkan S. Mutans secara keseluruhan. Agar jelas di sini, menyikat gigi hanya akan membantu menghapuskan plak dan menghentikannya menempel pada gigi.

b) Menggunakan pasta gigi berfluoride
kita menyikat dengan pasta gigi. sebagian besar pasta gigi tidak memiliki agen antimikroba yang cukup kuat untuk membunuh s. mutans. Namun mereka mengandung fluoride. Fluoride adalah bahan aktif di hampir setiap pasta gigi.

Fluoride ditemukan oleh dokter gigi yang mulai aktif meneliti efek Fluoride pada kerusakan gigi sebelum ditemukannya bakteri S. Mutans. Fluoride pertama kali ditambahkan ke pasta gigi pada tahun 1914, dan disetujui untuk digunakan di Amerika oleh American Dental Association pada tahun 1950-an. Para ilmuwan tidak melihat dampak S. Mutans terhadap penyakit gigi sampai tahun 1960-an, meskipun S.Mutans pertama kali ditemukan pada tahun 1924.

Beberapa penelitian memang menunjukkan bahwa fluoride memang membantu menurunkan jumlah S. Mutans. Namun, pada penelitian lain menunjukkan bahwa ada strain S.Mutans yang sama sekali tidak terluka oleh fluoride.

c) Rajin melakukan flossing
Flossing baik untuk menghilangkan plak. Anda mengikis plak = Anda membuang bakteri. Kegiatan Ini bagus untuk dilakukan tetapi sekali lagi tidak akan membunuh semua bakteri.

d) Menggunakan obat kumur alcohol free
Banyak obat kumur komersil yang dijual dipasaran mengandung alkohol. sayangnya, bakteri dapat memakannya juga. Maka gunakan yang alcohol free.

Langkah-langkah diatas setidaknya akan menjaga kebersihan mulut anda tetap prima. namun tidak bisa membunuh 100% bakteri di rongga mulut anda.

Bagaimana cara memerangi S. Mutans?

bakteri memakan sukrosa untuk membuat asam laktat. S. Mutans membutuhkan gula dan menyukai karbohidrat dan juga membutuhkan lingkungan asam untuk berkembang.

kurangi jumlah gula dalam makanan kita, dan kurangi mengkonsumsi makanan olahan. Ini akan menghentikan s. Mutans dari memakan sukrosa dan memproduksi plak.

Sebenarnya ada banyak hal lain yang dapat Anda lakukan untuk melawan S.Mutans secara efektif. ada banyak opsi di luar sana. kita bisa menghilangkan infeksi yang meyerang kembali dari titik mana pun. Tapi sayangnya bakteri pasti akan bertumbuh kembali.

Kolonisasi ulang akan terjadi dengan cepat. Itulah sebabnya dokter gigi sering mengatakan bahwa mereka melihat peningkatan kesehatan mulut terbaik pada pasien yang memiliki self-dicipline dan komitmen untuk melakukan perawatan mulut sehari-hari.

Salah satu larutan paling sederhana dan termurah adalah menggunakan natrium bikarbonat dan Hidrogen Peroksida, yaitu Efeknya pada Pertumbuhan S. mutans. Hidrogen peroksida, natrium bikarbonat, dan kombinasi natrium bikarbonat dan hidrogen peroksida mencegah pertumbuhan bakteri S. mutans.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang mengandung agen ini memiliki kemampuan untuk menghentikan pertumbuhan S. mutans. Produk yang mengandung natrium bikarbonat dan / atau hidrogen peroksida mungkin berguna untuk pasien yang rentan dengan karies.

Pola makan / Diet untuk gigi berlubang

Bakteri membutuhkan gula dan karbohidrat untuk dijadikan sumber makanan. Mengeliminasi makanan olahan dan memakan banyak Vitamin C akan sangat membantu meningkatkan kesehatan gusi secara keseluruhan.

Obat Kumur Anti Mikroba Berbasis Herbal

Ada banyak obat kumur herbal bebas alkohol yang mengandung herbal seperti Echinacea, Teh Hijau dan Daun Zaitun, minyak atsiri seperti Peppermint, Cengkeh, Oregano dan Thyme, yang terkenal dengan sifat anti-bakterinya.

Licorice

Agak tak terduga, licorice telah terbukti sangat baik dalam mengurangi s. mutan. Hanya 15 miligram bubuk licorice menghilangkan 99,9 persen Streptococcus mutans, menurut penelitian di UCLA.

Perawatan Gigi Profesional

Dokter gigi Anda akan menggunakan Chlorhexidine atau agen anti-mikroba profesional lainnya yang terbukti ampuh untuk mengurangi jumlah s. mutan sebelum dan selama perawatan gigi.

Baca juga: Gigi Kuning

[source]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *