fbpx

Bleaching: Indikasi, Efek Samping, Macam-macam

Definisi

Pemutihan gigi atau Bleaching adalah usaha untuk mencerahkan warna gigi dengan mengaplikasikan bahan kimia untuk mengoksidasi pewarnaan organik. Proses pencerahan atau eliminasi noda permukaan ini menggunakan larutan peroksida kuat pada gigi yang mengalami diskolorasi intrinsik maupun ekstrinsik. Teknik ini memiliki beberapa keuntungan, antara lain lebih baik dari segi estetik, tidak mengambil jaringan keras gigi dan teknik perawatan relatif lebih mudah dibandingkan dengan pembuatan mahkota tiruan.

Indikasi

  • Pewarnaan sedang
  • Diskolorisasi kuning karena usia
  • Pewarnaan sedang karena tetrasiklin
  • Pewarnaan sedang karena fluorosis
  • Pewarnaan karena rokok
  • Pewarnaan karena makanan berwarna seperti kopi dan teh
  • Pewarnaan karena trauma
  • Pewarnaan gigi kuning akibat genetik

Kontraindikasi

  • Pewarnaan berat tetrasiklin dan fluorosis
  • Hipoplastik
  • Pada pasien muda dengan ruang pulpa yang besar
  • Gigi dengan restorasi yang tidak adekuat
  • Gigi dengan adanya karies
  • Gigi yang kehilangan permukaan akibat atrisi, abrasi atau erosi
  • Penderita yang overexpect terhadap hasil pemutihan gigi

Efek Samping Bleaching

efek sampingnya pada permukaan keras gigi adalah resorpsi akar pada bagian servikal. ini diakibatkan oleh resorpsi eksternal akar. namun biasanya terdiagnosis setelah beberapa tahun. kemudian bahan pemutih yang digunakan adalah hydrogen peroxide konsentrasi 30% dapat mengurangi micro hardness pada dentin dan enamel. tidak hanya itu, bahan ini juga dapat menyebabkan inflamasi karena dapat menembus jaringan periodontal melalui tubular dentin.

efek samping yang normal dari prosedur bleaching adalah gigi sensitif. biasanya akan berlangsung hingga 4 hari lamanya. namun pasien dengan riwayat gigi sensitif akan lebih rentan terhadap resiko ini.

Konsentrasi tinggi hidrogen peroksida yaitu 30-35% menyebabkan membran mukosa terasa terbakar dan efek pemutihan pada gingiva. Pada penelitian in vivo, paparan gingiva oleh hidrogen peroksida selama 6- 48 jam menghasilkan kerusakan epitel dan inflamasi akut pada sub-epiithelial connective tissue.

Macam-macam Bleaching Gigi Vital

a) At Home Bleaching

Adalah prosedur pemutihan gigi yang dilakukan sendiri oleh pasien dirumah dengan pengawasan dokter. Pasien akan dibuatkan custom tray dan dan dibawakan semacam gel pemutih (Karbamid Peroksida 10% ). Diaplikasikan 2-4 jam perhari selama 3-4 minggu.

Indikasi: Staining email ringan, Fluorosis endemik, diskolorasi karena usia

Kontraindikasi: warna kehitaman parah, Kehilangan email parah, tanduk pulpa cenderung dekat, Terdapat karies, Gigi hipersensitif, Restorasi yang buruk

Secara kimia Karbamid Peroksida terurai sebagai berikut :

Karbamid Peroksida → Hidrogen Peroksida + Urea

CH2N2OH2O2  → H2O2 + CH2N2O

Hidrogen Peroksida → air + oksigen

H2O2  → H2O + O2

Urea → Amonia + Karbondioksida

CH2N2O → NH3 + CO2

b) In Office Bleaching

adalah prosedur pemutihan yang dilakukan pada klinik oleh dokter gigi. Digunakan untuk menghilangkan stain tetrasiklin atau penuaan atau setelah perawatan endodontik. Karbamid Peroksida 35% diaplikasikan pada sendok cetak dan dimasukkan ke dalam rongga mulut sedikitnya 30 menit setiap kunjungan kemudian diberikan aplikasi tambahan yang dilakukan pasien di rumah. normalnya hasil nampak setelah 30 menit perawatan.

Indikasi: Generalized staining, Diskolorasi karena usia, diskolorasi karena merokok, dikolorasi karena diet berwarna, diskolorasi karena tetrasiklin & Fluorosis

Kontraindikasi: Pasien yang overexpectation, Karies, Lesi periapikal, Kehamilan, Dentin sensitif, Dentin retak / terbuka, Restorasi besar pada daerah senyum, Lansia dengan resesi gingiva

Bahan: Hidrogen Peroksida , Karbamid Peroksida 35%

Hidroksiapatit bereaksi dengan superoxol dan menyebabkan pengendapan CaO. CaO inilah yang menimbulkan warna putih pada gigi.

c) Over The Counter Bleaching

Adalah prosedur perawatan pemutihan gigi yang dibeli sendiri secara bebas di pasaran tanpa pengawasan dokter gigi. Produk pada umumnya berupa gel, obat kumur, permen karet, pasta gigi, strip pemutih, film pemutih dengan kadar carbamide dan hydrogen peroxide yang rendah. Pemutihan yang diterapkan sendiri berpotensi berbahaya dan hasilnya mungkin tidak sebaik yang ditawarkan oleh perawatan dengan panduan dokter gigi profesional karena kurangnya uji klinis yang melatarbelakangi produk.

Macam-Macam Bleaching Gigi Non Vital

Adalah pilihan konservatif untuk perawatan gigi non vital yang mengalami dikolorasi ekstrinsik maupun intristik. Metode bleaching yang umum dilakukan adalah walking bleach, termokatalitik dan kombinasi.

a) Walking bleach

Bahan: Sodium Perborate, Carbamide Peroxide 37%

Prosedur:

  • Pembukaan akses pada kavitas sehingga kavitas pulpa dapat terlihat jelas dan mudah dibersihkan
  • Bahan pengisian saluran akar dihilangkan 2-3 mm subgingiva. Gunakan probe periodontal untuk mengukur kedalamannya
  • Aplikasikan base diatas bahan pengisi saluran akar (GIC atau RM GIC)
  • Kavitas pulpa harus bersih dari bahan pengisi saluran akar
  • Pasta pemutih diaplikasikan kedalam kavitas dan ditutup dengan tambalan sementara.
  • Setelah 5-7 hari dilakukan evaluasi

b) Termokatalitik

Adalah teknik yang sama seperti Walking Bleach, bedanya dengan menempatkan H202 35% (superoxol) pada kamar pulpa dan diberi pemanasan. Pemanasan diperoleh dari photo-flood lamp dengan sinar halogen hingga menghasilkan oksigen bebas yang aktif. Panas menjadi katalisator untuk mempercepat reaksi reduksi-oksidasi.

Bahan: Hydrogen Peroxide 30-35%

Prosedur:

  • Persiapan sama seperti teknik walking bleach
  • Sepotong kapas diletakan pada kamar pulpa, kapas dibasahi superoxol
  • Diberi pencahayaan 6,5 menit
  • Ditumpat sementara sampai kunjungan berikutnya ( satu minggu setelah perawatan)

c) Kombinasi

Adalah cara pemutihan gigi yang menggabungkan teknik walking bleach dengan teknik termokatalitik secara bergantian, sehingga hasilnya lebih cepat dan memuaskan.

Prosedur:

  • Prosedur teknik kombinasi sama dengan langkah pertama termokatalitik
  • Setelah dilakukan pemanasan, gigi dikeringkan dan pasta hasil pencampuran superozol dengan bubuk natrium perborat diletakan dalam kamar pukpa.
  • Tindakan selanjutnya seperti teknik walking bleach

[source]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *