fbpx

Kapan Calon Pelanggan Berkehendak Membeli Layanan anda?

Apakah anda paham kapan kiranya konsumen putuskan untuk membeli produk anda? Saya sendiri tidak. Yang kita bisa cuma kira-kira saja. Bisa jadi yang anda kira membeli, ternyata malah tidak. Sebaliknya, yang tidak malahan membeli.

Yang bisa  diupayakan hanya berusaha memberi pengalaman terbaik, menjaga hubungan dengan pelanggan, dan mengupayakan segala faktor yang mendukung terjadinya sales berjalan lancar. Selebihnya keputusan akhir tetap ada di tangan konsumen.

Konsumen membeli produk saat mereka bisa membeli dan bukan ketika anda bisa menjual.

soal behavior konsumen ini, para pakar marketing sering berdalil begini: kustomer membeli produk saat mereka sudah siap membeli dan bukan ketika anda sudah bisa menjual. Apa maksudnya?

Maksudnya, tak peduli sebaik apa produk atau layanan anda, calon kustomer tetap tak akan membeli selama mereka belum bisa membeli. walaupun mungkin mereka selama ini telah menjadi kustomer anda, kalau mereka tidak siap membeli lagi, penjualan tak akan terjadi.

Penyebab ketidaksiapannya bisa bermacam-macam. Mungkin mereka sedang belum gajian misalnya. Atau bisa saja harus memprioritaskan membeli susu buat anak mereka dan membayar uang sekolah. Barangkali juga tagihan kredit yang sedang jatuh tempo, dan banyak lagi penyebab yang menurut mereka penting dan perlu diprioritaskan.

Dalam kondisi semacam ini, sebaik apapun produk anda, menjadi kurang berarti. Karena tak didukung oleh kemampuan daya beli konsumen. Tapi bukan berarti mereka tidak mau membeli. Mereka hanya menunggu kesempatan saja karena ada kebutuhan lain yang menurutnya lebih mendesak. Tugas kita sebagai pebisnis online adalah menjaga hubungan sampai masa penundaaan itu berakhir. Sampai ketika mereka mengatakan “Ya saya siap membeli produk anda”, anda selalu siap menyambutnya dengan tangan terbuka.

Memang perilaku konsumen kadang sulit ditebak. Bisa saja mereka langsung membeli produk anda pada waktu ini juga. Tapi bisa juga tidak. Jika mereka mampu, baru mereka akan membeli. Artinya kita tak tahu kapan konsumen memutuskan membeli. Bisa saja yang kita tebak akan membeli, ternyata mendadak ada kondisi darurat yang membuatnya mengurungkan membeli.

misalnya itu yang terjadi, jangan ditinggalkan. Tapi sebaliknya kita harus tetap mem-follow up dengannya.

Maka penting untuk selalu keep in touch dengan para prospek dan menjaga hubungan dengan para pelanggan anda secara rutin. Ya, menjaga hubungan secara konsisten adalah tantangan sekaligus jalan menuju sukses bisnis anda.

Karena kita tidak pernah tahu kapan calon konsumen mengatakan “saya akan gabung dengan anda” dan anda harus selalu ready pada saat waktu itu tiba, maka anda harus selalu menemani mereka.

Tentu, selain bertanggung-jawab mendampingi konsumen, kita pun harus belajar mengoptimalkan cara kita berhubungan dengan mereka. Supaya penjualan lebih cepat terjadi, konsumen yang mengikuti lebih banyak, dan bisnis online anda melesat pesat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *