3 tipe Investasi yang cocok untuk Pelajar

waktu sekarang ini, mencari versi investasi yang menguntungkan sebenarnya tidak lagi susah. Yang payah itu adalah menentukan jenis investasi mana yang sejalan untuk Anda.

Dalam berinvestasi, hal kecil yang kadang diremehkan pun berdampak besar terhadap keuntungan investasi. Maka, jangan bingung bila Anda sewaktu-waktu mendapatkan defisit yang cukup signifikan terhadap keuangan, terutama pada investasi Anda.

Banyak orang yang tidak menyadari, bahkan tidak bersedia tahu, bagaimana berharganya berinvestasi. Orang-orang yang sadar akan berpengaruhnya investasi pasti akan memikirkan baik-baik,  mana uang yang harus disisihkan dan mana yang harus diinvestasikan.

Bila Anda sudah tahu betul bagaimana pentingnya berinvestasi dan bersedia mencari tahu lebih lanjut jenis investasi menguntungkan untuk tahun 2019 ini, artikel ini sependirian untuk Anda.

Agar Anda lebih terarah dalam menentukan jenis investasi, berikut 3 jenis investasi yang sependirian  untuk pemula yang bisa Anda coba sekarang juga.

3 Jenis Investasi yang sejalan  untuk Pemula

  1. Investasi Reksadana

Bahkan investor pemula sekalipun tahu betul bahwa reksadana adalah salah satu bentuk investasi yang cocok untuk pemula.

Nominal minimal untuk masuk ke dalam investasi reksadana pun terpandang rendah, mulai dari Rp 100.000.

Ada banyak macam  reksadana yang boleh diikuti, mulai dari pasar uang, pendapatan tetap, hingga pasar saham.

Dana investasi yang Anda siapkan nantinya akan ‘dimainkan’ oleh Manajer Investasi, maka pilih tujuan reksadana yang tepat. Baca juga prospektusnya dan dalami seluk-beluk di baliknya.

Bila Anda sudah hafal dengan rekening bank, mendaftar investasi reksadana pun sebenarnya mirip ketika membuka rekening di bank tertentu.

Nantinya Anda akan kenal  dengan istilah Unit Penyertaan (UP) dan Nilai Aktiva Bersih (NAB). Cara menghitung keuntungan investasi reksadana sebenarnya cukup mudah.

Misalnya, NAB untuk A seharga Rp 2.500. Maka bila Anda membeli 1.000 UP, Anda akan membelinya dengan harga Rp 2.500.000. Di akhir tahun, apabila NAB untuk A naik menjadi Rp 3.000.000, maka Anda untung Rp 500.000.

Bila NAB turun menjadi Rp 2.100.000, berarti rugi Rp 400.000. masukan yang paling tepat ketika NAB turun di akhir tahun adalah jangan menjualnya terlebih dahulu agar Anda bisa meredam kerugian.

sambil berinvestasi, Anda juga bisa mempelajari cara menjaga aset reksadana agar profit investasi Anda dapat terus dimaksimalkan.

  1. Investasi Online Peer to Peer Lending

Di Indonesia, investasi online P2P Lending mungkin masih hangat dan mungkin masih banyak yang belum menyadari presensinya.

Ada jenis investasi baru yang disebut dengan P2P Lending, di mana Anda sebagai investor bisa berinvestasi kepada peminjam sebanding dengan tujuan peminjaman.

Platform P2P Lending umumnya membiayai investasi untuk pinjaman bisnis UMKM.

Semakin tinggi tingkat risiko investasi Anda, biasanya semakin tinggi pula return investasi yang akan Anda hasilkan.

  1. Investasi Properti

Berinvestasi pada properti memang membutuhkan uang dengan jumlah yang tidak sedikit. Namun, profit yang akan Anda peroleh juga akan besar dalam waktu yang lama.

Selain Anda bisa membangun pemasukan pasif dengan aset properti, Anda juga bisa menjadikannya sebagai sebuah investasi yang bisa dijual dalam beberapa tahun ke depannya.

Cobalah berinvestasi dengan dua jenis investasi yang menguntungkan dan investasi yang cocok untuk pemula di atas secara perlahan seraya mengumpulkan modal, atau Anda juga bisa memulai bisnis.

Secara perlahan, bila Anda sudah memiliki cukup modal, cobalah membeli rumah yang kecil saja namun berada di daerah yang strategis. Ada banyak rumah yang bisa Anda dapatkan dengan patokan mulai dari Rp 500 juta.

Rumah tersebut setelah itu bisa Anda sewakan sehingga Anda memiliki pendapatan rutin setiap bulan atau tahun. Saat membeli rumah, cobalah untuk membeli rumah di tempat yang memiliki potensi untuk berkembang, seperti lokasi yang di sekitarnya akan dibangun proyek kendaraan umum, pelebaran jalan, dan sebagainya.

Rumah yang Anda beli nantinya akan naik valuasinya dalam jangka panjang, apalagi karena berada di daerah yang strategis dan berkembang, bisa mengalami kenaikan harga sekitar 10% hingga 20% setiap tahunnya.

Atau bila Anda ingin untuk menyewakannya, harga sewanya umumnya punya rentang sekitar 5% hingga 10% per tahunnya.

Untuk mendapatkan aset tersebut dengan cepat dan berinvestasi padanya, Anda tentu harus mengumpulkan modal.

Bila Anda tidak mempunyai biaya awal untuk detik ini, Anda harus mengajukan KPR ke bank dan langsung menyewakannya, agar cicilan KPR bisa terbayar dengan bantuan uang sewa.

Dan itulah shortcode judul yang patut untuk dipertimbangkan. Bila pun Anda sudah berinvestasi reksadana untuk sekarang, cobalah berinvestasi juga di model investasi online P2P Lending dan properti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *